Magi Craft Meister : Volume 5 Chapter 1

Situs Novel Terjemahan Bahasa Indonesia

Magi Craft Meister : Volume 5 Chapter 1

Magi Craft Meister – Volume 5 Chapter 1 – Awal Perjalanan

Itu adalah awal bab baru.
Pada pagi hari Janji dengan Reinhardt, Jin dan Reiko yang meninggalkan “Sea Pavilion” pergi menuju alun-alun pusat di depan pelabuhan.
Tak seperti saat kompetisi, alun-alunnya nampak sepi dan suram.
“Ah, bau ombak yang tercampur ikan, itu cukup unik.”
Jin berdiri sejenak sambil mengenang. Bahkan jika angin lautnya berbeda dari pantai di Pulau Hourai. Mungkin Jin membayangkan bahwa ini karena ada orang yang hidup di sini.
“Ayah, sebuah kereta telah datang.”
Suara Reiko memecahkan pikiran itu. Nampaknya kereta yang akan menjemput mereka telah datang. Dua kereta dua-kuda telah datang.
“Yah, itu cantik tapi apalah suspensinya.”
Melihat sejenak kereta pertama, dia melihat lengan yang menyokong ban kereta memenuhi fungsi suspensi. Lengan yang menjulang maju dan mundur dari bawah kabin.
“Tapi tidak ada peredamnya.”
Jika itu hanya pegas, mudah untuk mabuk kendaraan karena getarannya lebih lama. Mobil modern mempunyai peredam (shock absorber) untuk meredam getaran, tapi kereta ini tidak memilikinya.
“Apakah bannya terbuat dari besi?”
Lingkar bannya dilapisi besi. Itu tangguh, tapi suaranya sangat keras. Yah, jika permukaannya terbuat dari tanah tidak akan menimbulkan banyak suara.
Di kereta belakang. Cetakannya kira-kira sama, tapi itu agak tua dan dekorasinya sedikit polos.
“Kita berada di kereta belakang.”
Saat berpikir hal semacam itu, sebuah kereta kuda berhenti di depan Jin dan Reiko, dan seorang lelaki yang atmosfernya mengatakan bahwa setiap bagian tubuhnya itu pelayan turun dari kereta belakang, dan membuka pintu dari kereta sebelumnya.
Gadis yang wajahnya nampak dari dalam berambut pirang hampir perak, mata biru muda, kulit putih. Sepupu Reinhart, Elsa Randol.
Dia turun dari kereta itu tanpa bantuan siapapun. Sembari melompat, dia memegangi roknya supaya tidak naik.
Hari ini dia tidak memakai baju renangnya, sekarang dia terlihat seperti gadis muda dengan gaun warna-warni seperti yang dipakai anak bangsawan. Itu gaun simpel, tapi bajunya memiliki kilauan yang dijahit dengan rapi. Kerah, lengan baju dan lipit, dll.
“Jin, Reiko, Lama tak jumpa”
“Oh, sudah lama.”
Pelayan itu menatap padanya, tapi Jin tidak sadar.
Jin memberikan Elsa sebuah syal dari sakunya. Tapi Elsa menggelengkan kepalanya,
“Bagus, lebih bagus jika Jin yang memilikinya.”
Kata Elsa lalu memerintahkan pelayannya untuk memuat barang-barang Jin dan Reiko ke kereta yang sebelumnya datang bersama kereta belakang. Karena bawaan yang sedikit, pelayan itu selesai memuat dengan cepat.
“Kalau begitu, mari naik”
Elsa mengundang Jin dan Reiko untuk naik ke kereta.
Ada tiga orang saling berhadapan di kabin yang dapat memuat enam orang.
Saat pelayannya bertanya apakah ada orang lain yang datang, Elsa menjawab bahwa itu hanya dirinya, Jin dan Reiko.
Jin dan Reiko duduk menghadap kusir, sementara Elsa duduk di belakang kusir menghadap mereka.

“Apakah kamu siap untuk pergi?”
Saat Jin mengangguk, dia mengambil sebuah benang. Nampaknya ujung benang itu membentang melewati kursi, jadi dapat memberikan perintah mudah untuk kusirnya, seperti berhenti atau jalan.
Setelah diperintah keretanya mulai bergerak. Saat mereka bergerak rodanya mulai mengeluarkan suara, apakah rodanya melindasi batu? Ruangannya bergetar seperti akan terguling. Nampaknya akan tidak nyaman jika tidak terbiasa dengan cepat.
Seakan-akan Elsa mengetahui itu.
“Jika merasa mabuk katakan saja, akan ku sembuhkan.”
Dia memberitahu Jin. Nampaknya ada metode penyaman. Melanjutkan itu,
“Aku datang karena kakak Rye tidak bisa datang karena ada urusan tidak terduga. ”
Jelas Elsa. Reinhardt sepertinya orang yang sibuk.
“Ya, terima kasih banyak.”
Jin yang tak dapat mengerti perbedaan perkataan sopan diantara dirinya dengan Elsa, menjadikan atmosfernya aneh. Saat melihat kecanggungan Jin,
“Kamu tidak harus terlalu sopan, Aku ingin kamu bicara padaku seperti kamu bicara pada kakakku.”
Kata Elsa, mendengar itu Jin menyantaikan diri.
“Kalau begitu… … Terimakasih telah menjemputku hari ini.”
“Nnn”
Elsa mengangguk.
“Aku ingin berbincang panjang lebar denganmu, makanya aku datang.”
Mengatakan itu Elsa menghembuskan nafas,
“Kakak adalah salah satu insinyur sihir terbaik di negaraku, Lorelei yang dibuat Jin dapat mengalahkan Lie kakakku, aku ingin mengetahui kemampuanmu.”
Itu pertanyaan yang sangat terus terang. Untuk menebak perkataan Elsa dari gaya bicaranya, percakapan itu sepertinya bukan topi yang bagus.
“Yah, Kupikir itu lebih baik jika Reinhardt di sini terlebih dahulu baru kuceritakan.”
Jin yang mencoba mengelak pertanyaan itu berkata demikian. Elsa yang mengangguk setuju bertanya,
“Kalau begitu, adakah yang ingin kamu ketahui?”
Jin berpikir sejenak akan menanyakan apa kepada Elsa,
“Kalau begitu, pertama kereta ini akan ke mana?”
Jin bertanya tujuan kereta ini.
“Dari Kota Pelabuhan Potlock, ke daerah di mana ibukota negara ini berada, kakakku di sana.”
“Apakah nama ibukota itu?”
Seperti perkiraan, saat mendengar pertanyaan mengejutkan, mata Elsa sedikit membesar. Akan tetapi, langsung kembali seperti semula,
“Ibukota Kerajaan Elias adalah Borgia(Borussia), apakah kamu tidak tahu?”
“Ah, aku tidak tahu. Karena aku sebelumnya tinggal di pulau terpencil, Aku tidak mengetahui keadaan terbaru benua ini.”
Saat Jin berkata tentang latar belakang yang sudah dibicarakan ,
“Kalau begitu akan kujelaskan sedikit tentang Kerajaan Elias.”
Elsa jelaskan saat berbicara.
“Kerajaan Elias berada di Semenanjung Elias dan Semenanjung Elias menjulang ke selatan dari Benua Lorain.”
“Ah, Aku tahu sedikit tentang itu.”
“Lalu Kerajaan Elias terbagi menjadi empat provinsi, kasarnya dapat dibagi menjadi timur, barat, utara, dan selatan.”
“Baiklah kalau begitu berarti Potlock berada di provinsi selatan.”
“Ya, itu kenapa provinsi tujuan kita berada di Utara dan namanya adalah Nord.”

[norudo][nordoh]
Saat Elsa menjeda penjelasannya. Jin ingat medan yang dipetakan Udara 1 di kepalanya. Sekarang dia dapat memahaminya.
“Ada empat jalan utama di Kerajaan Elias, semuanya menjulang dari Ibukota Borussia ke timur, selatan dan utara, sampai sini sudah paham?”
“Oh, jadi bisa kukatakan bahwa jalan ke utara itu menuju ke benua Lauren, selatannya Potlock?”
“Itu benar, nilai penting provinsi timur dan barat lebih rendah daripada provinsi utara dan selatan.”
“… Tunggu sebentar”
“Ada apa?”
“Ayah?”
Elsa yang disela oleh jin di tengah ceritanya dengan matanya menopang dirinya sendiri, tapi Elsa langsung menyadari apa yang salah. Walaupun Reiko sepertinya tidak tahu mengapa wajah Jin menjadi biru.
“Serahkan saja padaku.”
Setelah mengatakan itu Elsa memegang tangan Jin.
“Huh?”
“… Healing
Lalu, sesuatu yang hangat mengalir dari tangan Elsa, Jin yang merasa tidak enak, merasa segar.

“Bagaimana?”
Jin bertanya setelah Elsa melepaskan tangannya,
“Oh, ah, rasanya lebih baik. Terima kasih, apakah tadi sihir?”
“Ya. Mantra dari Negara Imperial Shouro.”
“Yah, tentu saja, lagipula, itu menyamankan orang yang cukup mabuk kan?”
selelah Jin bertanya,
“Ya, untuk yang baru pertama kali naik kereta biasanya merasa mabuk.”
“Begitukah”
“… ….”
Reiko murung. Walaupun Jin mabuk, dia tak sadar dan dia disembuhkan oleh orang lain di depannya.
“Aku ingin memasang peredam,”
Jin tidak menyadari Reiko yang murung, dan bicara pada Elsa.
“Apa itu peredam?”
“Ah, bagaimana ku jelaskan, itu adalah alat yang meredam guncangan?”
“Meredam guncangan…”
Bahkan ke Elsa, walaupun penjelasan yang samar, nampaknya dia paham penjelasan cara kerja peredamnya Jin.
“Nampaknya akan sulit dengan struktur seperti ini,”
Jin yang memberitahu Elsa bahwa dia juga ingin memasang peredam untuk dirinya sendiri.
“Lagian, ide Jin, Aku ingin kamu memberitahu semuanya saat perjalanan ini.”
Kepada Elsa yang melihat Jin dengan ekspresi kosong namun ingin tahu,
“Ah, baguslah”
Jin menjawab ringan. Reiko tetap menatap sembari terdiam.
Itu masih awal perjalanan dan Aku ingin mengalami dunia ini dari pandangan Jin.
Dan Reiko, ada apa?

 

<———- Chapter Sebelumnya | Daftar Isi | Chapter Selanjutnya ———->

4 Responses

  1. Maulanarobbi says:

    Lanjuut

  2. […] <———- Chapter Sebelumnya | Daftar Isi | Chapter Selanjutnya ———-> […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.