Tokyo Ravens V10 Ch 1 Part 2 (05)

Situs Novel Terjemahan Bahasa Indonesia

Tokyo Ravens V10 Ch 1 Part 2 (05)


Chapter 1

Kelinci dari Kuil Kegelapan

-Bagian Kedua-

(5)

Saya anjurkan membaca konten yang ada di [1],[2],[3], dst. Agar mengetahui apa maksudnya. Terima kasih.


 Gadis yang bernama Hokuto itu membuka mulutnya.

Nadanya datar, namun suaranya sungguh murni.

“A-Ah, ya! A-aku, um, uh, Akino, jadi……!?”

Tiba-tiba akino gugup dan lidahnya terbelit-belit. Sebuah kesan pertama yang buruk. Sebagai akibat dari candaan Kengyou, kesan pertama Akino menjadi seperti ini. Mungkin saja Akino dianggap sebagai orang bodoh oleh gadis pemula di hadapannya ini yang belum menunjukkan reaksi yang khusus.

Kengyou tidak terlalu memperdulikan wajah merah Akino dan membalas dengan sikap kasar.

“Kalau begitu, sudah, bukan? Akino, aku duluan, kuserahkan sisanya padamu. ”

“Eh? Tu-tuan sudah mau pergi? ”

“Kau datang terlambat, aku sudah menyelesaikan segalanya. Aku harus bergegas kembali ke kota hari ini. ”

Kengyou melihat jam tangannya sambil berbicara tanpa kesopanan, namun Akino sudah terlalu panik.

“Tetapi, anda tidak memperkenalkan kami dengan benar….”

“Kamu boleh melakukan apapun yang kau mau malam ini. Ah, aku baru ingat kalau aku sedang terburu-buru, jadi aku tak punya waktu untuk bercengkrama dengan kalian.”

Kengyou melirik tajam ke arah gadis di sampingnya, sambil berkata seperti itu. Gadis di sampingnya masih tak merespon.

Perut Akino sudah mulai meradang karena lapar.

“Kalau begitu, sampai nanti. Jangan berperilaku yang aneh-aneh.”

Kengyou meninggalkan mereka dengan ucapan itu, tanpa penjelasan, dan pergi. Kemudian, Kengyou berjalan ke arah mobil yang sudah diparkir di seberang jalan. Akino merasa terpojok dan menatap ke arah gadis di hadapannya saat Kengyou beranjak menaiki mobil.

Setelah itu,

“Ah.”

Tak terduga, Kengyou berhenti melangkah dan membalikkan badan.

“Akino, Hokuto, kalian bisa berteman saat sudah sampai di biara, kan? Lagipula, pada dasarnya kalian itu sama.

“Eh? A-apa maksudnya? ”

Kengyou menyeringai ke arah Akino. Akino biasa melihat seringai seperti ini dari senior-seniornya serta ajari[1] di biara. Sebuah senyum yang mengejek seseorang di bawah mereka, sebuah ekspresi menghina seseorang yang berada di peringkat terbawah.

“Karena kalian berdua sama-sama Roh Hidup, jadi berlatihlah sesering mungkin dan berjuanglah saat sudah di biara. ”


One Response

  1. Lucius says:

    Pendek amat njiir…

Leave a Reply

Your email address will not be published.