The Faraway Paladin – Jilid 2 Bab 5 (bagian I)

Situs Novel Terjemahan Bahasa Indonesia

The Faraway Paladin – Jilid 2 Bab 5 (bagian I)

Semuanya berlanjut dengan kecepatan yang memukau. Setelah perayaan selesai, aku membuat permintaan resmi ke Ethel dan vice-bishop dan menerima izin untuk melakukan perburuan iblis.
Di permukaan, aku adalah seorang pendeta yang melakukan tugas amal secara independen, namun sebenarnya aku didukung dengan otoritas dan kekuasaan. Jangkauan yang bisa kuraih sekarang luar biasa, namun ini adalah cara paling halus untuk membereskan sesuatu. Jika ada masalah mulai sekarang, aku mungkin perlu menunjukan kesetiaanku ke bishop dan duke, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk otoritas baruku. Aku tidak bisa bayangkan semuanya akan berkembang sampai secepat ini, jadi aku putuskan memikirkannya nanti.
Bishop Bagley menyediakanku sekelompok pendeta, termasuk Anna, yang bisa melakukan doa dan pandai pada segala jenis peribadatan, dimulai dari perayaan sampai pemakaman. Semua pendeta ini mempunyai pengalaman yang kaya, sangat mampu mengisi celah dimana aku tidak mampu melakukannya. Aku merasa sangat berhutang pada Bishop Bagley sampai aku tidak tahu bagaimana caraku membalasnya nanti.

Tonio sepertinya telah memanfaatkan lingkungan perayaan pengangkatan knight untuk mengumpulkan donasi dan kontribusi untuk pekerjaanku. Dia juga sudah mengumpulkan banyak kereta dan gerobak, alat kebun dan peralatan kerja, bahan pakaian, bahan pangan, bibit untuk tanaman komersial, dan hewan-hewan ternak yang sudah disembuhkan dari luka dan penyakit mereka. Dia juga menemukan para pekerja untuk mengatur dan mengkoordinir semuanya.
Tonio tertawa dan berkata, “Aku mungkin bisa memulai sebuah perusahaan dagangku sendiri dengan semua ini.” Aku mengangguk antusias, berpikir bahwa aku sangat ingin dia melakukan itu, dan dia berkata dengan senyum nakal, “Aku bisa nantikan untuk menerima bisnismu, kalau begitu.”

Aku mengatur agar para petualang bajingan yang aku kontrak bertugas sebagai pengawal rombongan barang bawaan kami, dan kami semua kembali ke Beast Woods. Itu adalah permulaan dari periode sibuk baru.
Kami mampir di setiap desa yang kami singgahi selama perjalanan ke Whitesails, memberikan mereka perawatan kesehatan yang lebih layak dan menyuruh Anna menolongku mengadakan perayaan keagamaan. Dengan bantuan Tonio, aku meminjamkan hewan-hewan ternak dan berbagai jenis peralatan untuk menyediakan kami tempat bernaung; aku juga mengizinkan para penduduk desa untuk membelinya dan membayarnya secara kredit.

Ketika ada laporan iblis atau hewan buas, aku memerintahkan Reystov dan beberapa petualang lain untuk membentuk sebuah kelompok dan pergi memburu mereka. Reystov terutama dia memiliki ketrampilan yang mumpuni: mayat-mayat hewan buas besar yang dia bawa pulang sudah tertusuk lurus melalui titik paling vital mereka, sama seperti nama julukannya yang dielu-elukan.
Karena penasaran, aku bertanya padanya, “Bisakah kau melakukan itu pada seekor wyvern?” dan dia menjawab dengan kasar, “Jika itu masih dalam jangkauan pedangku.”

Bukan cuma itu. Ketika terjadi pertengkaran antar penduduk desa, aku menengahi mereka. Ketika terjadi tindak kriminal di desa, aku meminta bantuan para pendeta dan melakukan pengadilan bagi mereka yang terlibat, jadi masalah akan diselesaikan seadil mungkin. Aku tidak berencana melakukan banyak hal, tapi Tom, tetua desa yang pertama kali kutolong ketika pertengkaran meningkat, meminta bantuanku lagi karena aku sudah pernah melakukannya sebelumnya. Aku tidak bisa bilang tidak. Dan di saat reputasiku menyebar, desa-desa lain juga mulai meminta bantuanku untuk menangani pertengkaran yang sudah tidak terkendali, dan akhirnya aku mendapati diriku dengan lebih banyak pekerjaan. Itulah hasil ketika aku singgah di berbagai tempat, melakukan segala jenis pekerjaan.
Ketika aku mendengar tentang sebuah desa yang belum pernah kami jamahi, aku meminta seseorang dari dalam desa yang saat ini kami masuki untuk memperkenalkan kami dan membuat koneksi, dan kemudian aku melakukan hal yang sama disana. Bee sangat terampil membuat teman sewaktu kontak pertama dengan desa-desa yang belum dikenal dan kapanpun kami mendapat pesan kami perlu menyebar. Aku punya perasaan kalau aku membayar untuk itu dengan cerita yang dilebih-lebihkan yang dia juga sebarkan tentangku. Mungkin aku perlu memikirkan itu sebagai biaya melakukan bisnis.

Tentu saja, jika aku terus melakukan ini, aku akan dengan cepat mendapati diriku dengan banyak hutang dalam arti yang sebenarnya. Tapi meskipun memang benar, hewan-hewan ternak dan alat-alat pertanian yang aku pinjamkan dan aku jual ke penduduk desa tidak pergi ke manapun; mereka tetap berada di desa sebagai properti kelompok yang berharga, dan nampak dengan jelas mampu meningkatkan perkembangan dan produksi desa. Desa-desa itu pada dasarnya tidak lebih dari tempat dimana gelandangan berkumpul bersama-sama, jadi bagi sebagian besar dari mereka, sebuah bajak, sebuah kapak besi, dan cangkul akan menjadi barang yang sangat berharga. Dan jika kami memberikan bajak dan kuda bersama-sama, dan sepuluh set alat pertanian dan peralatan lain, efisiensi kerja akan meningkat secara dramatis. Jika itu bisa ditingkatkan, maka lebih banyak lagi ladang yang bisa menghasilkan panen. Dengan lebih banyak panen, orang-orang akan bisa membayar hutang-hutangnya pada kami, dan mereka akan bisa membeli berbagai macam barang.

Di lain pihak, aku dan para petualang lain akan membersihkan Beast Woods dari iblis dan hewan-hewan buas berbahaya, membuat daerah sekitar lebih aman. Ketika daerah sudah lebih aman, para pedagang akan bisa keluar masuk desa tanpa perlu pengawalan yang ketat, yang mana akan mendongkrak aktivitas jual beli. Otoritas Fertile Kingdom juga tidak menjangkau sampai kesini, jadi tidak ada pajak bagi mereka untuk dibayar. Mereka bisa melakukan bisnis disini secara bebas. Dan dengan lebih banyak pedagang yang datang dan masuk, para penduduk desa akan bisa membeli barang-barang dengan uang mereka. Peningkatan kapasitas produksi mereka akan mengantarkan mereka mendapatkan segala jenis barang dengan uang. Tak lama kemudian, peningkatan jumlah di tempat-tempat itu akan mulai merambah ke tanaman komersial, mengantisipasi permintaan dari kota. Dan setelah uang dan barang-barang berpindah tangan, daerah tetangga otomatis akan saling terhubung dalam perniagaan. Akses dan transportasi akan meningkat. Inilah yang Gus sukai dengan sebutan “uang yang hidup”, uang yang bergerak dan membuat dirinya berguna.

“Dan kemudian suatu hari, mungkin kita bisa menuai hasil yang kita tanam,” kata Tonio, sambil melakukan beberapa perhitungan menggunakan abacusnya. “Itupun jika kita berdua masih hidup.” Itu tentunya yang menjadi tujuanku, hidup cukup lama untuk setidaknya menuai hasil yang telah kami tanam.
Tentu saja, kami baru memulai bisnis, dan tidak semuanya berjalan sesuai rencana. Seringkali, orang-orang akan mencoba memonopoli barang sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan hanya untuk diri mereka sendiri, atau dengan sengaja mengklaim semua yang telah dipinjamkan ke mereka. Aku coba mengendalikan situasi semacam itu semampuku. Biasanya, ini akan memerlukan bantuan dari Anna dan pendeta lainnya, yang mengetahui tentang hukum dan bagaimana membujuk orang-orang, namun beberapa petualang bermuka seram juga merupakan pencegahan yang efektif. Untungnya, dalam kurun waktu singkat kami terlibat, tidak ada seorang pun yang cukup berbahaya sampai-sampai melakukan tindakan provokator. Sekalipun orang seperti itu sedang mengintai di suatu tempat, sangat wajar jika mereka tidak berani mencobanya. Jika kau melakukan hal semacam itu di tempat seperti ini, kau hanya akan menjadi bulan-bulanan warga sampai babak belur.

Mary pernah bilang padaku, “Perangkap terbesar yang bisa menyebabkan seseorang jatuh saat mencoba berbuat kebaikan adalah berpikir bahwa karena tujunmu baik, maka kau akan mendapatkan hasil yang baik.” Sekalipun kau memutuskan melakukan kebaikan, orang-orang disekitarmu tidak akan serta merta meminjamkan tangan mereka untuk membantumu, maupun dewa akan memberikan berkatnya padamu. Hasil hanya datang dengan tujuan yang masuk akal dan menggunakan metode yang tepat untuk mencapainya. Dan karena itulah, Mary juga bilang padaku, hal paling penting adalah bisa dilakukan dan realistis. Aku menggunakan saran dari semua yang Gus oernah ajarkan oadku tentang uang dan secara berkala berkonsultasi dengan Menel, Bee, Tonio, Reystov, Anna, dan tetua-tetua desa dan semuanya, semua orang yang familiar dengan dunia ini dan kebiasaannya.

Dan bersama-sama, kami bergerak maju. Kami bepergian ke seluruh penjuru Beast Woods, pulang pergi, dan saat musim dingin berganti menjadi musim semi, aku mulai mendapat perasaan melihat lebih banyak senyum diantara para penduduk desa. Aku merasa jadi lebih sedikit orang yang tidak tahu apa yang harus diperbuat besok, orang yang menunjukkan ekspresi suram atau wajah tanpa semangat, atau mereka yang kalap sepenuhnya dan berbuat keburukan. Hal itu mengingatkanku pada salah satu pengajaran Gus.

– Jika kau ingin menyelesaikan sesuatu, kau tidak perlu menggunakan sihir. Kau hanya perlu membeli alat-alat yang diperlukan dan mempekerjakan beberapa orang. Membentuk kembali medan memerlukan sihir yang kuat, namun jika kau punya uang, kau bisa menyewa pekerja atau buruh untuk melakukan pembangunan untukmu. Tidak diragukan lagi, kemampuan untuk menghasilkan uang dan membuatnya bekerja untukmu sama pentingnya dengan sihir!

“Yeah….” Aku akhirnya paham apa yang Gus katakan–dan dia benar. Meskipun dia mengatakan sesuatu yang membuat kepalamu kebingungan, pelajaran Gus selalu benar. Membuat orang-orang tersenyum dan memberi mereka harapan… Rasanya hal ini jauh lebih hebat dari sihir itu sendiri.

2 Responses

  1. adj says:

    Terima kasih update nya min

  2. Highest emperor says:

    Thanks min dah update

Leave a Reply

Your email address will not be published.