Cut & Paste : Chapter 27

Situs Novel Terjemahan Bahasa Indonesia

Cut & Paste : Chapter 27

Chapter 27 : Pada saat itu, Para Wanita. -Bagian pertama-


Author Note: Chapter kali ini menggunakan sudut pandang Aisha.

TL Note : Saya sebenernya males translate chapter beginian, tapi ya gimana.. Mau diskip apa ngga?


「……Jadi ini rumahnya, huh.」

Sembari memikirkan tentang skill milik Myne-kun, kami sampai ke lokasi tujuan kami : rumah Myne-kun.

Kudengar ia hidup sendirian, namun rumahnya lebih besar dari yang kubayangkan.
Kudengar ayahnya ialah pemburu yang terkenal, dan ia memiliki pemasukan yang tinggi.

Mungkin setelah dihapus dari keanggotaan guild, Myne-kun ingin menjadi seperti ayahnya.

Sewaktu aku berpikir seperti itu, Hime-sama bergumam 「Fumu」dan mengetuk pintu masuk. (TL Note : Hime-sama itu tuan putri kemarin, knight-san kemarin juga, disini ganti njir)

「Myne-dono, Maaf bila tidak sopan, namun bisakah kamu menunjukkan diri?」

Karena masih tidak ada jawaban darinya, ia mengulang perkataannya lagi. Namun masih saja tidak ada jawaban. Sepertinya ia sedang tidak di rumah.

「…..Sekarang, apa yang sebaiknya kita lakukan.」

Melihat jejak kaki Myne-kun yang berhenti disini, Hime-sama menjadi tidak bersemangat.

Melihatnya seperti itu setelah memikirkan apa tujuan Hime-sama, aku merasa lega.

……Ya, Tujuan hime sama ialah… Meskipun aku tidak ada hubungannya namun..

Entah kenapa aku tidak dapat mengenali perasaan ini

Lalu tiba-tiba seseorang memanggil kami dari belakang.

「Apakah kalian ingin bertemu Myne-Bouzu? Kalau iya, maka ia sedang berada di hutan untuk memburu orc.」

(TL Note : -Bouzu itu kaya “nak” mirip kaya “midoriya-shounen”nya AllMight.)

Ketika aku menoleh ke belakang, ternyata orang tersebut adalah seorang paman memakai apron dengan tubuh besar berlumuran darah.

「Oji-san dari tempat pemotongan daging!?」

Sewaktu kuberkata begitu, Oji-san itu sepertinya sudah mengenaliku dan mengangkat tangannya untuk menyapaku.

「Aisha-chan ,kah! Kau masih cantik seperti biasanya, huh!」

「Oji-san, Apa benar Myne-Kun keluar untuk memburu Orc?!」

「Beneran! Ia baru-baru ini juga menjual daging orc padaku, untung saja ia orang yang baik. Mungkin ia mendapatkan skill yang sangat hebat dari Kami-sama.

(TL Note : mungkin ga butuh tapi, kami-sama = dewa)

Hime-sama, Setelah mendapat petunjuk tentang keberadaan Myne-kun, terlihat senang…. Meskipun wajahnya tidak tampak karena memakai tudung.
Bila kita tetap mencarinya yang sedang memburu orc, membawa panah demi melindungi Hime-sama itu tidak gratis.

(TL Note : ini sumpah kebingungan btw aku : Naturally, if we keep pursuing him, him going to hunt orcs, bringing the bow for the sake of guarding Hime-sama isn’t for nothing.)

Aku merasa kasihan padanya, namun bila aku –yang seorang mantan petualang– melihatnya bertarung, pasti dapat mengira-ira apa skill yang dimilikinya.

Sudah pasti aku tidak akan melaporkannya pada guild leader.

Namun tetap saja, aku penasaran.

Setelah kami berterima kasih pada Oji-san , kita menuju ke hutan yang menyebar di belakang kota.
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇

『Zugagaーーn!』
Meskipun kita sudah berjalan jauh di dalam hutan, kita masih tidak dapat menemukan Myne-kun, bahkan seekor orc satupun.
Sembari aku penasaran mengapa ini dapat terjadi, aku dapat mendengar suara dentuman dari dalam hutan.

……Mungkin suara yang kudengar ini berasal dari pertarungan Myne-kun melawan orc.

Kurasa Hime-sama juga merasakan yang sama dan membuka tudungnya lalu menampakkan wajahnya dan mengangguk padaku.

「Ayo bergegas, Aisha!!」

Setelah itu Hime-sama mulai berlari.

Jelas, aku tidak tertinggal darinya.

Setelah kita berlari selama beberapa menit menuju ke sumber suara, jumlah pohon di sekitar kami lama kelamaan berkurang. Lalu apa yang kami lihat setelah keluar dari hutan itu ialah…. Sebuah sarang orc.

「……Kenapa bisa ada sebuah sarang orc di tempat seperti ini……」

Sewaktu aku sedang kebingungan, Hime-sama sudah menemukan Myne-kun.

「I, Itu buruk, Aisha!」

Sewaktu aku melihat ke arah yang sama dengan Hime-sama yang sedang panik…

Aku melihat Myne-kun sedang mengaktifkan sihir api.

Aku dengan panik menarik busur panahku dengan tiga anak panah.

Dan melesatkan mereka dengan segenap kekuatanku.
Aku mengincar kapak batu yang diarahkan pada Myne-kun agar terjatuh..

lalu..

Tembak!
『Gyuoooooooooooo』
Melihat panahku terbang diudara menyibak udara, aku berteriak dengan suara lantang.

「Myne-kun!!!!! Jangan menyerah!!!!!!!」

Mungkin setelah aku berteriak itu, ia melihat ke arah kami dan terkejut.
Melihatnya seperti itu, aku secara refleks tersenyum.

Ah, Untung saja aku tepat waktu.

Panah yang kulontarkan ke arah orc yang hampir saja melukai Myne-kun berhasil membantunya.

Namun, aku masih tetap tidak merasa lega.
Badannya masih penuh luka karena serangan telak dari sihir apinya tadi.

Kalau aku tidak membunuh empat orc di sana, Ia akan meninggal.
Aku tidak dapat menerimanya.

Aku terus menerus menembakkan anak panah.

「Aisha-san, seranganmu tidak akan mempan, lari!!」

Meskipun ia berteriak seperti itu..

Aku tetap tidak peduli.

Lagipula aku mantan petualang B-rank, meskipun musuhku ialah orc , aku tidak akan terbunuh semudah itu.
Terlebih lagi aku didampingi oleh Hime-sama.

Dengan seorang putri yang memiliki julukan “Princess Knight”, –Yang memiliki kekuatan kelas atas di kerajaan– kami tidak perlu melarikan diri.

Hime-sama kemudian menghunuskan Mythril Sword yang menggantung di pinggangnya.

Aku bisa melihatnya sedang menunggu saat yang tepat untuk menebas orc.

Namun, daripada berpikir bahwa “ia tidak pernah menebas mereka”, kurasa lebih bak berpikir bahwa “tidak perlu menebas mereka”
Kulihat Myne-kun sudah berdiri dan dalam sekejap mata empat orc sudah tewas.

Meskipun aku tidak dapat melihatnya dengan jelas, pada saat ia akan menebas mereka, tubuhnya serasa bersinar.

Oleh karena itu kurasa ia memakai skill penguat kemampuan fisik tubuhnya.

Skill yang dimilikinya mungkin berupa skill penguat fisik… Huh? tapi Hime-sama bilang bahwa skillnya tidak cocok untuk digunakan untuk bertarung….

Sewaktu aku melirik ke arah Hime-sama, sepertinya ia juga memikirkan hal yang sama denganku.
Alisnya terlihat mengkerut dan sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.

Pokoknya, keadaan darurat untuk saat ini sudah tidak ada.
Lalu aku bergegas menghampiri Myne-kun.

Aku harus cepat-cepat menyembuhkan lukanya!
「Myne-kun! Kau tidak apa-apa!? Diam sebentar, aku akan langsung menyembuhkan lukamu!!」

「Tidak perlu, Aku dapat melakukannya sendiri…… Daripada itu, lebih baik kalian segera kabur dari tempat ini. Sebentar lagi, tiga Orc・Generals akan tiba.」

Menyembuhkan dirinya sendiri….? Apakah skill kedua miliknya adalah skill penyembuh?
Tte, Daripada itu, apa yang baru saja ia katakan? Apa ia serius mengatakan “Orc・General”? Generals termasuk S-rank Monsters bukan?
Ditambah lagi, tiga general? Kenapa kau dapat berkata begitu, Myne-kun?? Aah~ Semakin kumemikirkannya, semakin banyak hal yang tidak kumengerti!

Waktu aku sedang kebingunga, Hime-sama meneruskan pembicaraan dengan Myne-kun.

「T,Tungu!? Apa katamu? Orc・General? Kenapa ada S-Rank Monster di tempat seperti ini!?」

「Aku tidak tahu alasan kenapa mereka ada disini, dan aku tidak memiliki waktu untuk berpikir, cepatlah lari!!!! Selain itu bila ada orc general yang datang kemari maka……」

「Orc・General datang kemari…… Ah!? Itu berarti ada Orc・King disini!!!?」

Aah, benar… Orc・Generals ialah pengawal Orc・King.
Seperti yang sudah dikatakan oleh Hime-sama, bila Orc・King kemungkinan ada di sini.. itu buruk!! Kita harus menyelamatkan diri seperti yang dikatakan oleh Myne-kun barusan!!!

Namun, bila kita melarikan diri… Myne-kun juga harus ikut…….

『Ugoooooooooo!!!!!!』

Tiba-tiba benakku langsung terganggu oleh suara auman yang bergema di antara kami.
Suara auman yang dapat membuat tubuhku bergetar dan merinding…

「Kalian berdua cepatlah…… Lari dari sini! Cepat!!!!」

Setelah mendengar suara itu, Myne-kun terlihat semakin panik dan menyuruh kami untuk menyelamatkan diri.

Ya, yang mengaum barusan ialah… Aku tahu.

Meskipun aku mengetahuinya, aku tetap tidak ingin mengakui kenyataannya.

Namun, Seekor orc yang sedang menggenggam kapak emas tiba-tiba muncul di hadapanku.
Saat itu, aku tidak memiliki pilihan lain selain..

Menerima kenyataan.

Setelah itu, teriakan Myne-kun meyakinkan pendapatku.

「Kenapa malah “Rajanya” duluan yang datang!!! Sialan!!!!」

2 Responses

  1. Okeh! terus dukung kami ya :)))

  2. […] Chapter 27 -Pada Saat Itu, Para Wanita. – Bagian Pertama – […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.