Cut & Paste : Chapter 2

Situs Novel Terjemahan Bahasa Indonesia

Cut & Paste : Chapter 2

Chapter 2 : Mencoba skill.

 

Sembari berpikir tentang skill yang kupunya, aku pulang ke rumah.

Ada sekitar 10 orang yang bersamaku di kereta kuda ini.

Rumahku terletak di pinggiran Kota Lucas, yang berjarak sekitar setengah hari jika ditempuh dengan kereta kuda seperti ini. Dari kuil di ibukota tentunya.

Kota ini lumayan dekat dengan ibu kota, dengan penduduk sekitar seribu jiwa. Pengembara pemula sering melewati kota ini. Kota ini benar-benar kota yang ramai.

『Kalau begitu, mari kita pakai Appraisal.

Ketika kereta kuda bergoyang, Aku diam-diam memakai appraisal dan melirik pengembara yang ada di dekatku.

Ketika aku melakukan itu, informasi tentangnya masuk ke dalam pikiranku.

Nama: Keith

Ras: Hume

Jenis Kelamin: Laki-laki

Umur: 48 Tahun

Profesi: Adventurer (Rank C) (TL Note : Pengembara, apa enak adventurer aja?)

【Skill】

One-handed Blade

Cleaning 

Hee, Jadi dia bernama Keith-san.

Skillsnya…… 【One-handed Blade】dan 【Cleaning】, huh…….

Kombinasi yang buruk, bukan?

Walaupun mukanya sedikit garang, ini benar-benar berkebalikan dengan 【Cleaning】 (TL Note : bayangin aja ade rai bersih-bersih make sapu xD)

Ketika berpikir tentang cleaning, aku mencoba melirik ke keith-san dan sejumlah informasi masuk ke dalam pikiranku.

【Cleaning】: Bisa membersihkan benda dengan efisien, ketika level skill ditingkatkan, dapat menata dengan rapi.

Jadi begitu, Appraisal bisa mencari informasi lebih detail dan spesifik tentang suatu benda.

Ini lumayan berguna.

Rasanya ini berkat 【Appraisal・Complete】 yang membuatku dapat melakukan hal seperti ini.

Di antara informasi yang masuk ke pikiranku, ada sebuah kata yang menarik perhatianku.

Skill level”.

Aku tidak bisa memperoleh informasi dari “skill level” tapi kurasa dari arti kata-katanya, semakin tinggi levelnya, semakin kuat skill yang kau pakai.

Baiklah. Kalau begitu, semakin sering kugunakan “Appraisal” akan semakin banyak juga informasi yang dapat kuperoleh.

Dengan begitu, aku akan lebih sering memakai “appraisal”.

Bagaimanapun, aku tidak bisa bergerak selama setengah hari di dalam kereta kuda.

Selain itu, aku tidak bisa mencoba【Cut and Paste】di tempat yang dipenuhi orang-orang.

Berpikir tentang hal-hal itu, Aku memakai Appraisal ke 10 orang yang ada di kereta kuda saat ini.

Aku tidak mendapati kejanggalan hingga aku memeriksa orang ke 9

Tetapi, informasi yang kudapat dari orang ke-10 sungguh mengejutkan.

Nama: Gaskarth (ゲスカルト)

Ras: Hume

Jenis Kelamin: Laki-laki

Umur: 31 Tahun

Profesi: Robber (TL Note : perampok, begal, maling, dll xD)

【Skill】

Sewing (TL Note : anjir malingnya njahit)

Dagger・Extreme

Swift feet (Small)

Apa seorang perampok!?

Kenapa dia di sini?!

Apalagi dia memiliki 【Dagger・Extreme】!

Orang ini adalah sebuah masalah.

Berbahaya, ini benar-benar bahaya.

Saat ini dia duduk terdiam, namun aku tak tahu kapan dia akan melakukan kekerasan.

Di sini ada beberapa pengembara, namun ketika kita diserang dengan sebuah serangan kejutan, kita tidak akan hidup lebih lama lagi.

Apa tujuan orang ini?

Kereta kuda ini menuju ke kota yang kutinggali, Kota Lucas

Karena dia tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, sepertinya targetnya adalah Kota Lucas.

Pemeriksaan di kota itu sangat ketat, kupikir seorang perampok sepertinya pun akan kesusahan dalam masuk ke kota.

Tidak peduli sekeras apapun aku berpikir, aku tidak menemukan jawabannya.

Tidak, aku tidak bisa memikirkannya.

Sekarang ini, Akulah satu-satunya orang yang tahu bahwa dia orang yang berbahaya.

Walaupun jikalau aku memberitahu seseorang di dalam kereta kuda ini, dia akan mendengarnya.

Pokoknya, apakah ada cara untuk mengatasinya?

Sebelum dia mengeluarkan pisaunya dan melakukan tindakan kekerasan, apakah ada cara untuk menghentikannya….?

Walaupun aku gegabah, untuk anak muda sepertiku, tidak ada yang bisa kulakukan.

Itulah yang kupikirkan.

Aku lebih ingin dia tidak melakukan tindakan kekerasan, dan tanpa dia sadari kami (TL Note : Myne dan orang yang bukan perampok) bisa langsung kembali ke rumah kami masing-masing.

Namun, aku tidak yakin bahwa dia akan tetap diam seperti ini.

Meskipun kami berhasil sampai ke dalam kota dengan selamat, aku pasti akan terseret ke dalam masalah ini.

Terlebih lagi, Ada anak muda sepertiku di desa dan bahkan juga ada anak-anak perempuan di desa.

Benar saja, Jika aku tidak memikirkan sesuatu, kita akan dalam bahaya.

Memperkirakan apa yang bisa kulakukan, aku hanya memiliki skill yang kuperoleh hari ini.

Appraisal pasti berguna.

Namun, skill tersebut tidak bisa memutar balikkan situasi ini.

Kalau begitu, aku terpaksa memakai skill【Cut & Paste】

Aku tak bisa memakai 【Cut】 ke makhluk hidup.

Berasumsi aku bisa memakainya, aku tidak dapat menyerang musuh yang belum melakukan apa-apa.

Jika aku melakukannya, bukannya dia yang akan ditangkap, tapi aku yang akan ditangkap.

Karena aku tidak bisa melukai musuhku, aku tidak bisa apa-apa.

Ah, aku bisa pakai 【Paste】untuk menempelkan kakinya ke kereta kuda ini.

Kalau aku melakukannya, meskipun dia bergerak tiba-tiba, dia tidak akan bisa apa-apa.

Meskipun dia menendang kakinya sendiri, itu tidak akan lepas.

Selanjutnya, pisau yang ada di pinggangnya.

Mari tempelkan sarung pisau dan pisaunya.

Kalau aku melakukan itu, meskipun dia menyerang tiba-tiba, Keith-san dan pengembara lainnya akan mengurusnya.

Yosh (TL Note : Yosh = Baiklah) , mari kita lakukan.

Setelah aku mengaktifkan skillku, respon bahwa skill berhasil dilakukan diberitahukan di pikiranku.

Ini kali pertama aku memakai skill yang kupunya, tapi sepertinya entah bagaimana aku bisa menggunakannya.

Phew…. (TlL Note : dia lega maksudnya) dengan begini aku merasa aman.

Aku melakukan ini karena aku tidak bisa mengurus apa yang terjadi setelah aku sampai ke kota.

Meskipun aku menempelkan sepatunya, dia bisa menyerang kalau melepasnya, dan jika dia bisa membeli pisau di kota, berakhirlah sudah.

Aku tidak tahu tujuannya adalah kereta kuda ini atau di Kota Lucas atau hal yang lain. Aku tidak bisa memikirkan solusi selain ini.

Setelah itu, dia langsung turun dari kereta kuda dengan santainya.

Jikalau tujuannya adalah kota Lucas, dia pasti bisa masuk ke dalam kota.

Jika benar, maka di kota mungkin ada sebuah ancaman.

Berpikir optimis karena bahaya dapat dicegah, aku dapat menenangkan diriku sedikit.

Dan aku yang sudah tenang ini… Mendapat sebuah ide yang hebat.

 

3 Responses

  1. […] Chapter 2 : Mencoba Skill. […]

  2. […] Chapter 2 – Mencoba Skill /  Versi Otaku-Akut […]

  3. […] Chapter 2 – Mencoba Skill /  Versi Otaku-Akut […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.