Category: The Faraway Paladin

Situs Novel Terjemahan Bahasa Indonesia

The Faraway Paladin – Vol 2 Bab 5 (bagian III)

Hewan buas itu sangat besar. Mencuat ke atas dari bekas telapak kakinya yang sebesar perisai, adalah kaki tebal yang terlihat seperti kawat berduri yang diputar-putar dan dilingkarkan bersama-sama. Tipikal rumah-rumah petani yang kulihat di desa miskin sekitar sini jauh lebih kecil dari monster tersebut, sekalipun mahluk itu membuat dirinya meringkuk sekecil mungkin. Bahkan wyvern pun…
Read more

The Faraway Paladin – Jilid 2 Bab 5 (bagian I)

Semuanya berlanjut dengan kecepatan yang memukau. Setelah perayaan selesai, aku membuat permintaan resmi ke Ethel dan vice-bishop dan menerima izin untuk melakukan perburuan iblis. Di permukaan, aku adalah seorang pendeta yang melakukan tugas amal secara independen, namun sebenarnya aku didukung dengan otoritas dan kekuasaan. Jangkauan yang bisa kuraih sekarang luar biasa, namun ini adalah cara…
Read more

The Faraway Paladin Jilid 2 Bab 4

Whitesails adalah kota yang makmur. Orang-orang berlalu-lalang melewati jalanan dengan pakaian yang beragam, dan aku bisa melihat kecenderungan akan corak tertentu dalam gaya rambut dan perhiasan mereka. Singkatnya–di tempat ini–sebuah trend muncul! Mereka sampai punya waktu untuk peduli tentang fashion! Hal itu sendiri mengejutkanku. Sebenarnya, keterkejutanku sudah ada sebelum itu, tepatnya ketika aku memasuki kota.…
Read more

The Faraway Paladin – Vo 2 Bab 3

“Semua persediaan kita sudah habis, dan banyak alat-alat yang tidak tergantikan hancur.” “Wow…” Meski berhasil merebut kembali desa dari para iblis, para penduduk masih mempunyai banyak masalah. Banyak hewan peliharaan dan peralatan mereka yang hilang. Wajah mereka nampak serius saat mendiskusikan masalah dari semua aspek. “Kita memerlukan persediaan dari Whitesails…” “Tapi bagaimana dengan uangnya?” “Kita…
Read more

The Faraway Paladin – Bab 2

Keesokan paginya, setelah menghabiskan malam di bawah keramah-tamahan mereka, aku berpamitan dengan Tom, John, dan penduduk desa lainnya, dan berangkat untuk merebut kembali desa dari para iblis. Dengan Menel sebagai penunjuk jalan, kami pergi ke arah timur laut. Melompati bebatuan untuk menyebrangi sungai, dan bergerak menembus lebatnya hutan. Menginjak dedaunan kering dan mendaki pohon tumbang…
Read more